Sejak menjadi salah satu orangtua yang menitipkan anaknya di houikuen (dailycare), aku semakin mengetahui bagaimana orang jepang mendidik anak2nya. Secara umum, sopan santun adalah bagian yang paling penting ditambah cara makan yang benar, bermain sambil belajar (bermain yang paling utama), kamishibai (storry telling), dan cara2 survive (naik dan turun tangga, memanjat, dll) ala anak2. Jepang sangat menekankan bahwa sampai umur 7 tahun, anak2 tidak boleh belajar serius. Bermain adalah menu sehari2, namun dalam permainan2 tersebut diselipkan hal2 edukatif, seperti nama2 sayur, nama2 binatang, nama2 hari, dll. Mereka juga diberikan mainan membaca bersama, sehingga anak2 menyukai buku.
Shahnaz diantar ke hoikuen antara jam 09:30 – 10:00 pagi dan dijemput jam 6:00 sore. 8 jam masa2 aktif shahnaz dihabiskan di hoikuennya bersama teman2 dan guru2nya dari senin – jumat. Otomatis cuma weekend yang dihabiskan full bersama kami. Sehingga kami tidak bisa mengajarkan hal2 yg crucial kepada shahnaz dan harus menyerahkannya ke hoikuen, ke guru-gurunya. Terkadang kami amazed melihat shahnaz tiba2 pas turun dari sofa dimulai dari kaki duluan, atau maksa makan pake sendok sendiri, atau menyusun mainannya, memasukkan barang2 ke dalam tas/kantong, minta dibacakan buku ceritanya, dll… padahal kami belum mengajarkannya. Well, mungkin shahnaz sering memperhatikan kami melakukan hal2 tersebut, tp shahnaz baru 1 thn, mungkin belum akan terlalu mudah bagi dia untuk mengingat dan mengaplikasikan kembali dengan mudah apa yg sudah pernah dilihatnya tanpa berlatih.
Urusan makanan juga hoikuennya lebih berperan aku pikir. Karena shahnaz hanya makan pagi dan malam di rumah, sedangkan makan siang dan snacknya di hoikuen. Terkadang kalau aku tak sempat masak sayur pagi2, shahnaz sarapan tanpa sayur (笑). Hoikuen juga menyediakan menu khusus untuk shahnaz, karena shahnaz tidak boleh makan daging/bumbu2 yang mengandung eksak daging dan atau alkohol. Hoikuen juga yang menyapih shahnaz semenjak 1 thn dari minum susu setiap 3 jam sekali. Sekarang dia sudah minum susu hanya pagi dan malam hari. Siang dia bisa bertahan tanpa minum susu. Memang umur di atas 1 thn, susu tidak lagi berpengaruh penting, hanya utk asupan kalsium. Asupan gizi2 lain bisa didapat dari makanan. Jadi kalau kita jalan2 pas weekend, tak perlu direpotkan dengan acara menyusu dulu.. Shahnaz udh lupa ama susu kl siang hari (笑).
Terus terang, kami sangat terbantu dengan adanya hoikuen ini. Kami bisa bekerja dengan tenang, tanpa harus kuatir memikirkan shahnaz. InsyaAllah Shahnaz ada ditangan yang benar.
Mungkin bagi yang orangtua sama2 bekerja, IMHO, lebih baik menitipkan anak pada dailycare yang memiliki program jelas untuk mendidik anak, daripada ditinggal bersama pembantu di rumah. Apalagi pembantu yang belum terlatih mendidik anak sama sekali.




